RAKYAT.NEWS, MAKASSAR – Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) kembali menggaungkan pentingnya keselamatan berkendara melalui kampanye #Cari_Aman dengan mengingatkan masyarakat untuk tetap melakukan safety check sebelum berkendara, meskipun berada dalam kondisi terburu-buru.

Dalam aktivitas sehari-hari, situasi dikejar waktu kerap membuat pengendara mengabaikan aspek keselamatan di jalan raya. Kondisi tersebut sering mendorong pengendara meningkatkan kecepatan, mengambil keputusan secara spontan, hingga mengesampingkan kondisi lingkungan sekitar. Padahal, perilaku tersebut justru meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas, baik akibat kelalaian sendiri maupun faktor eksternal di jalan.

Asmo Sulsel menekankan bahwa keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi. Salah satu langkah sederhana namun penting yang dapat dilakukan pengendara adalah memastikan kondisi diri dan kendaraan sebelum memulai perjalanan. Meski hanya memiliki waktu terbatas, pengendara disarankan meluangkan waktu sekitar 1–2 menit untuk melakukan safety check singkat, seperti memastikan rem berfungsi dengan baik, lampu kendaraan menyala optimal, serta kondisi tubuh dalam keadaan fit dan fokus.

Selain memastikan kesiapan kendaraan, pengendara juga diimbau untuk mengendalikan emosi dan tidak memaksakan diri saat berada di jalan. Situasi terburu-buru kerap memicu sikap agresif, seperti menyalip sembarangan, menerobos lampu lalu lintas, atau tidak menjaga jarak aman dengan kendaraan lain. Padahal, menjaga ritme berkendara yang stabil dan mematuhi aturan lalu lintas justru dapat membantu pengendara tiba di tujuan dengan lebih aman.

Supervisor Safety Riding & Community Asmo Sulsel, Habib, menegaskan bahwa keselamatan tidak pernah sebanding dengan waktu yang ingin dihemat di jalan raya.

“Dalam kondisi terburu-buru, yang paling penting adalah tetap berpikir jernih. Jangan biarkan rasa panik menguasai diri, karena satu keputusan yang salah di jalan bisa berakibat fatal. Lebih baik terlambat beberapa menit daripada harus menghadapi risiko kecelakaan,” ujar Habib.