Ia menambahkan, kunjungan ke pabrik Yamaha memberikan kesempatan bagi sekolah terpilih untuk melihat langsung proses produksi sepeda motor hingga sistem pemasarannya.

“Kompetisi ini tujuannya sesuai komitmen Yamaha memajukan dunia pendidikan berstandar industri dan meningkatkan kemampuan siswa dan guru sesuai jurusan yang sudah kerja sama dengan Yamaha,” ujarnya.

Trainer Yamaha Institute Swardi menambahkan, selain 15 sekolah yang berkunjung ke pabrik, panitia juga akan menetapkan empat sekolah terbaik untuk menerima penghargaan khusus.

“31 sekolah di final ini akan diuji melakukan proses pelayanan dan ada juga tes digital marketing untuk jurusan pemasaran. Kemudian, jurusan teknik untuk melihat kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan pada komponen sepeda motor Yamaha,” ujar Swardi.

Salah satu guru yang terlibat pada kegiatan ini adalah Abbas Ruddin dari SMK Negeri 1 Kabupaten Wajo. Ia memuji program SMK Kontes Road to Factory milik PT SJAM ini. Sebab program secara langsung menguji kemampuan para guru dan siswa.

“Program ini sangat bagus, karena kita bisa mengukur kemampuan kami selaku orang yang terlibat di dunia pendidikan, bagaimana bisa kita berkompetisi di dunia industri, sehingga nantinya bagaimana bisa mengukur pencapaian kami mendidik siswa,” ucap dia.

Bagi para siswa, ajang ini juga bisa menjadi langkah awal menuju dunia industri.

“Kalau untuk siswa, sering kami sampaikan di kelas, bahwa di dunia industri akan berbeda kalau kita berkompetisi, nanti kita bisa melihat, mengukur kemampuan, sampai mana kita memahami pelajaran dan kita bisa menuangkan di lapangan, sehingga industri bisa melirik kita kedepannya, dan kita bisa diprioritaskan,” pungkas Abbas.

SMK Negeri 1 Wajo mengirimkan siswa terbaiknya ke SMK Kontes Road to Factory SJAM ini. Ia adalah Muhammad Revand. (*)

YouTube player