RAKYAT.NEWS, MAKASSAR – Memasuki bulan suci Ramadan, pola aktivitas masyarakat mengalami perubahan signifikan, mulai dari waktu istirahat, jam kerja, hingga intensitas mobilitas di jalan raya.

Kondisi tubuh yang sedang berpuasa, ditambah perubahan ritme harian seperti bangun sahur dan aktivitas malam hari, berpotensi memengaruhi konsentrasi saat berkendara.

Melihat kondisi tersebut, Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) membagikan sejumlah tips keselamatan berkendara bagi masyarakat, khususnya pengguna sepeda motor, agar tetap aman dan nyaman selama menjalani ibadah puasa.

Safety Riding & Community Supervisor Asmo Sulsel, Habib Permadi, mengatakan bahwa pengendara perlu memberikan perhatian ekstra terhadap kondisi fisik selama Ramadan. Menurutnya, daya tahan tubuh dan fokus bisa menurun apabila waktu istirahat tidak terpenuhi dengan baik.

Ia mengingatkan pentingnya memastikan tubuh tetap dalam kondisi fit sebelum berkendara. Kurang tidur akibat bangun sahur atau aktivitas malam hari dapat berdampak pada tingkat kewaspadaan di jalan.

Jika pengendara merasa lelah atau mengantuk, disarankan untuk menepi dan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan demi menghindari risiko kecelakaan.

Selain itu, momen menjelang waktu berbuka puasa juga dinilai sebagai salah satu periode rawan di jalan raya. Pada waktu tersebut, banyak pengendara cenderung terburu-buru agar segera tiba di rumah atau lokasi berbuka.

Asmo Sulsel mengimbau masyarakat untuk tidak memacu kendaraan secara berlebihan ataupun melanggar aturan lalu lintas hanya demi mengejar waktu berbuka, karena keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama.

Dari sisi perlengkapan, pengendara juga diingatkan untuk menggunakan helm berwarna cerah, terutama saat berkendara pada malam hari atau dini hari menjelang sahur.

Warna helm yang lebih terang dapat membantu meningkatkan visibilitas sehingga pengendara lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya.

Pemeriksaan kendaraan sebelum berangkat juga menjadi poin penting yang tidak boleh diabaikan. Pengendara dianjurkan melakukan safety check sederhana dengan memeriksa kondisi rem, lampu, tekanan ban, serta memastikan bahan bakar mencukupi.

Langkah ini dinilai efektif untuk mencegah gangguan teknis yang berpotensi membahayakan selama perjalanan.

Asmo Sulsel juga menekankan agar perlengkapan berkendara lengkap tetap digunakan meski hanya menempuh jarak dekat, seperti saat membeli takjil atau menuju masjid terdekat. Jaket, sarung tangan, sepatu, dan terutama helm tetap wajib dikenakan sebagai bentuk perlindungan diri.

Habib Permadi menegaskan bahwa keselamatan berkendara harus menjadi bagian dari komitmen pribadi setiap pengendara, terlebih saat kondisi tubuh sedang berpuasa.

“Bulan Ramadhan adalah momen untuk menahan diri, termasuk dalam berkendara. Jangan sampai karena terburu-buru berbuka atau kurang istirahat, kita justru mengabaikan keselamatan. Terapkan selalu prinsip #Cari_Aman agar ibadah tetap lancar dan perjalanan tetap selamat,” ujar Habib.

Melalui imbauan ini, Asmo Sulsel berharap masyarakat dapat menjalani aktivitas selama Ramadan dengan lebih tertib dan aman di jalan raya, serta menjadikan keselamatan sebagai kebiasaan yang konsisten diterapkan setiap hari. (*)